Flu Singapura adalah penyakit infeksi yang umum terjadi pada anak-anak, terutama usia balita, yang disebabkan oleh virus, seperti Coxsackievirus. Penyakit ini mudah menular melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita, seperti air liur, lendir hidung, cairan dari lepuhan kulit, maupun melalui benda yang terkontaminasi.
Gejala Flu Singapura biasanya diawali dengan demam ringan, sakit tenggorokan, dan penurunan nafsu makan. Dalam beberapa hari, akan muncul ruam atau bintil kemerahan pada telapak tangan, telapak kaki, serta sariawan atau luka di dalam mulut yang dapat menyebabkan anak merasa nyeri saat makan dan minum.
Meskipun umumnya tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7–10 hari, Flu Singapura tetap perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada anak serta berisiko menular ke orang lain. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan, seperti rutin mencuci tangan dengan sabun, membersihkan mainan anak, serta menghindari kontak dekat dengan penderita.
Orang tua diimbau untuk memastikan anak tetap mendapatkan asupan cairan yang cukup agar tidak mengalami dehidrasi, serta memberikan makanan lunak yang mudah ditelan. Jika anak mengalami demam tinggi, tidak mau minum, atau tampak lemas, segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Dengan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, serta kewaspadaan orang tua, penyebaran Flu Singapura dapat dicegah dan kesehatan anak tetap terjaga.